Yogi18’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Manajemen Risiko pada e – banking

Dalam era globalisasi, masyarakat semakin mobile dalam bertransaksi pembayaran. Dalam hal bertransaksi pembayaran antara penjual dengan pembeli saat ini sudah tidak lagi harus bertatap muka untuk membayar barang yang telah di beli. Hal ini di dukung dengan perkembangan teknologi informasi dan dukungan dari pihak bank, sehingga saat ini terdapat layanan Electronic Banking (e-banking). Melihat kepada Peraturan Bank Indonesia (PBI) yaitu PBI No. 9/15/PBI/2007, Layanan Perbankan Melalui Media Elektronik atau selanjutnya disebut Electronic Banking adalah layanan yang memungkinkan nasabah Bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik antara lain ATM, phone banking, electronic fund transfer, internet banking, mobile phone.

Penyediaan layanan e-banking hendaknya memperhatikan prinsip prudential banking, prinsip pengamanan dan terintegrasinya sistem TI, cost effectiveness, perlindungan nasabah yang memadai serta searah dengan strategi bisnis Bank. Mengingat e-banking hanya merupakan alternative delivery channel maka selain menghadapi risiko yang telah ada, terdapat juga penambahan dan peningkatan risiko operasional, risiko hukum dan risiko reputasi yang berasal dari penggunaan Teknologi Informasi.

Dalam rangka pengelolaan risiko yang melekat pada produk dan aktivitas e-banking, Bank harus memiliki kebijakan dan prosedur secara tertulis untuk setiap produk e-banking yang diterbitkannya paling kurang:

a. prosedur pelaksanaan (standard operating procedures) produk dan aktivitas e-banking;

b. tanggung jawab dan kewenangan dalam pengelolaan produk dan aktivitas e-banking;

c. sistem informasi akuntasi produk e-banking termasuk keterkaitan dengan system informasi akuntansi Bank secara menyeluruh;

d. prosedur pengidentifikasian, pengukuran dan pemantauan berbagai risiko yang melekat pada produk e-banking.

Setiap prosedur pelaksanaan (standard operating procedures) produk harus memenuhi prinsip pengendalian pengamanan data nasabah dan transaksi e-banking yaitu:

a. kerahasiaan (confidentiality);

b. integritas (integrity);

c. ketersediaan (availability);

d. keaslian (authentication);

e. non repudiation;

f. pemisahan tugas dan tanggung jawab (segregation of duties);

g. pengendalian otorisasi dalam sistem, database dan aplikasi (authorization of control);

h. pemeliharaan jejak audit (maintenance of audit trails).

Dalam menetapkan pengendalian pengamanan pada aktivitas dan produk e-banking, Bank hendaknya selain memperhatikan pengamanan layanan terhadap nasabah juga memperhatikan pihak lain yang terkait dengan layanan ebanking.

Adapun berbagai risiko yang akan dihadapi terbagi menjadi 2 risiko, yaitu risiko umum dan risiko spesifik. Risiko umum terdiri dari transaction/operation risk, credit risk, compliance/legal risk, strategic risk, reputation risk, market risk, dan liquidity risk.sedangkan risiko spesifik terdiri dari risiko operasional, risioko yang timbul dari transaksi cross border e-banking, risiko dalam penyelenggaraan internet banking, ancaman keamanan pada produk yang menggunakan teknologi wireless, dan ancaman keamanan pada produk phone banking yaitu sangat rentan terhadap penyadapan.

Lebih lengkapnya mengenai manajemen resiko e-banking, silahkan klik di sini

Agustus 10, 2011 Posted by | Audit Sistem Informasi Akuntansi | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.