Yogi18’s Blog

Just another WordPress.com weblog

SUPLEMEN UNTUK KRISIS GLOBAL

Perbankan mempunyai peran penting dalam pergerakan perekonomian suatu Negara. Salah satu dari tugas perbankan adalah memberikan dana segar bagi pihak yang membutuhkan contohnya saja bagi para pelaku usaha.  Mulai dari sinilah hal buruk bisa terjadi yaitu bisa berdampak krisis bagi Negara lain. Hal ini merupakan apa yang beberapa waktu lalu terjadi pada Amerika. Bank di amerika terlalu mudah untuk memberikan pinjaman kepada pelaku usaha yang membutuhkan dana segar dalam hal ini adalah pihak dari subprime mortgage. Kredit diberikan kepada orang diluar kemampuannya untuk memenuhi kewajibannya, sehingga  menyebabkan yang namanya kredit macet dan harga rumah turun anjlok. Dampaknya terasa hingga kepenjuru Negara, “Bank of Japan (BoJ) misalnya, menyuntikan sekitar 1 triliun yen. Kemudian langkah yang sama juga di ambil oleh European Central Bank (ECB) yang juga mnyuntikan dana sebesar 94,8 miliar euro ke pasar perbankan eropa.” ( VIBIZnews.com )

Mengapa kemudian krisis yang terjadi di Amerika berimbas kepada banyak Negara bahkan Negara Indonesia??? Hal ini dikarenakan Amerika sebagai suatu acuan ekonomi dunia sehingga Amerika yang memainkan naik turunnya kondisi ekonomi dunia.

Dampak dari krisis yang terjadi di Amerika terhadap Indonesia adalah IHSG di BEI sempat turun tajam sampai 10,38% sehingga mengaharuskan pemerintah menghentikan kegiatan di pasar bursa modal bebrapa hari. Akibat lain dari krisis tersebut yaitu turunnya nilai harga BBM yang mencapai $40 per barrel sehingga pemerintah Indonesia menurunkan harga BBM sebanyak tiga kali. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar sampai menyentuh Rp. 12.000/ dollar.

Didalam pidato tahunan perbankan Gubernur Bank Indonesia akhir Januari lalu, dimana bangsa-bangsa di Dunia tengah berhadapan langsung dengan krisis global keuangan yang hingga saat ini masih belum menampakkan tanda-tanda akan mereda, Gubernur BI menekankan pentingnya bagi perbankan nasional untuk kembali ke khittahnya, “back to basics” sebuah ajakan yang disampaikan kepada semua lembaga keuangan, terutama perbankan di Indonesia. Himbauan Gubernur BI tersebut dilandasi oleh kenyataan bahwa krisis yang tengah dihadapi sekarang ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perkembangan sektor keuangan yang lepas dari akarnya, yaitu kegiatan ekonomi riil.  Menurutnya juga BI tidak akan mengikuti langkah bank sentral di berbagai Negara tersebut. Setelah di lakukan pencermatan, rupanya bank-bank local Indonesia tidak memiliki investasi berupa instrument subprime mortgage. Sehingga mereka tidak terkena dampak langsung dari krisis tersebut. ( BI )

Walaupun di atas disebutkan tidak berdampak langsung terhadap perbankan Indonesia, namun dampak tidak langsung, jelas terkena. Efek domino dari krisis ini telah mengakibatkan harga saham sector perbankan ikut terjatuh dikarenakan imbas dari panic selling yang dilakukan oleh investor.

Menurut ekonom bank mandiri  Martin Panggabean seperti dilansir oleh detikfinance, krisis ini bisa jadi ‘blessing in disguise’ bagi bank-bank lokal. Menurutnya para investor yang selama ini mencari utang dari luar negeri akan kembali melirik pendanaan dari bank lokal ( VIBIZnews.com ). Sehingga bank-bank asing akan kembali menaikan suku bunga terhadap peminjam dari Negara berkembang termasuk Indonesia.

Ada beberapa langkah dan peranan yang dapat dijalankan dari system yang ada. Bank Indonesia menyiapkan serangkaian langkah-langkah kebijakan di bidang perbankan. Langkah kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan Bank dalam mendukung kestabilan sistem keuangan, sekaligus menjadi stimulus pertumbuhan perekonomian di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih belum kondusif dewasa ini.

Dalam rangka memberikan keleluasaan penyaluran kredit perbankan, beberapa hal yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia meliputi :

  1. Meningkatkan peran serta perbankan dalam penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM);
  2. Meningkatkan efisiensi Bank dalam melakukan pembiayaan dalam rangka mendorong pergerakan sektor riil;
  3. Meningkatkan peran Bank dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada nasabah;

Untuk lebih memperkuat sistem perbankan nasional di tengah-tengah kondisi krisis global yang masih berlangsung, maka beberapa hal yang akan ditempuh:

  1. Memperpanjang masa transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal dalam rangka Basel II.
  2. Meningkatkan transparansi kondisi keuangan Bank dan laporan keuangan Bank.
  3. Memperkuat manajemen risiko Bank
  4. Menyempurnakan aturan yang terkait dengan merger, konsolidasi dan akuisisi
  5. Menyediakan fasilitas transaksi USD repurchase agreement bank kepada Bank Indonesia

Untuk mendukung arah kebijakan Bank Indonesia tersebut diatas, maka secara internal Bank Indonesia juga melakukan langkah-langkah yang terkait dengan penguatan penerapan Risk Based Supervision melalui :

  • penyempurnaan Prinsip Memahami Bank (PMB)
  • peningkatan kualitas rekomendasi pengawasan bank melalui pembentukan Panel Expert.
  • penyempurnaan sistem deteksi dini dan peningkatan kemampuan pengawas dalam pemantauan likuiditas bank.

selengkapnya dapat di akses di sini

Mei 13, 2009 - Posted by | TUGAS KULIAH

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: